<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for ZAIM SAIDI</title>
	<atom:link href="http://zaimsaidi.org/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zaimsaidi.org</link>
	<description>Menegakkan Pilar yang Runtuh</description>
	<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 15:33:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.3</generator>
		<item>
		<title>Comment on Habis Demokrasi, Terbitlah Pornografi by Hakimi</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2010/06/habis-demokrasi-terbitlah-pornografi/#comment-107</link>
		<dc:creator>Hakimi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 02:43:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=155#comment-107</guid>
		<description>Salam Pak Zaim,

Saya ada hantar mel-e kpd Tuan. Tak pasti sampai atau tidak.
Rancangan hendak ziarah dan lihat aktiviti dinar dirham masyarakat di jakarta. Datang bertiga dari Pulau Pinang.
Cadang ke sana pada 9-11 julai. Apa boleh? Boleh rekomen hotel yg berdekatan untuk mudah kami di sana nanti.

terima kasih
Hakimi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Pak Zaim,</p>
<p>Saya ada hantar mel-e kpd Tuan. Tak pasti sampai atau tidak.<br />
Rancangan hendak ziarah dan lihat aktiviti dinar dirham masyarakat di jakarta. Datang bertiga dari Pulau Pinang.<br />
Cadang ke sana pada 9-11 julai. Apa boleh? Boleh rekomen hotel yg berdekatan untuk mudah kami di sana nanti.</p>
<p>terima kasih<br />
Hakimi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kezaliman Pajak by ronym</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2008/12/kezaliman-pajak/#comment-99</link>
		<dc:creator>ronym</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Apr 2010 07:06:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=63#comment-99</guid>
		<description>Bagaimana cara negara membiayai / membayar utang, belanja pegawai, dll ?
Atau istilahnya membiayai APBN ?
Apakah ada cara selain dengan Pajak ?
Nampaknya tidak ada cara lain...
Mohon dipertimbangkan lagi pak saidi atas tulisan Bapak
...
Dari beberapa komentar / kritik diatas ( yang seperti saya tulis ), nampaknya berawal dari ketidak pahaman kita terhadap SEJARAH PAJAK.
.
Artinya JIKA KITA TAHU SEJARAH PAJAK, maka Anda, kita semua akan secara terang-terangan MENOLAK PAJAK.
.
Baik, akan saya ceritakan SEJARAH PAJAK DI AMERIKA SERIKAT pada era 1800 an. ( ya, Anda tidak salah baca, Amerika Serikat ).
Pertanyaannya adalah...
Apa yang MELATAR BELAKANGI PERANG KEMERDEKAAN AS pada era 1800 an ?
Jika Anda paham sejarah ( AS ), andapun akan PAHAM dan akhirnya akan sepakat dengan PENDIRI NEGARA AS.
Jawabannya adalah... 
Karena INGGRIS MENARIK PAJAK dari KOLONI DI AMERIKA...
Ya... Anda tidak salah baca, bangsa Amerika berperang melawan Inggris karena Inggris MENARIK PAJAK.
...
Baik... baik, jika bukti sejarah kurang menarik untuk Anda, akan saya sebutkan alternatif jawaban yaitu :
Bagaimana cara membiayai APBN kalau bukan dari pajak ?
Jawabnya adalah...
Seperti Yang DILAKUKAN ARAB SAUDI
Yaitu MENJUAL MINYAK
Dan FAKTANYA adalah ARAB SAUDI tidak memungut PAJAK dari RAKYATNYA atau SIAPAPUN.
( Kebijakan ini sudah berlangsung selama Ratusan tahun, sampai sekarang ).
...
Sebetulnya sumber daya alam kita, lebih dari cukup untuk memberi makan dan bahkan untuk mensejahterakan seluruh rakyat indonesia.
Dan sayapun berhitung, indonesia bahkan bisa mampu menyumbangkan makanan yang berlimpah untuk saudara-saudara kita yang kelaparan di Afrika dan sebagainya.
...
Tinggal pertanyaannya adalah...
Sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia berupa kekayaan alam yang berlimpah ?
Ataukah kita sudah menyakiti saudara kita sendiri ( dengan menarik pajak ) sehingga ada pepatah mengatakan...
Anak ayam mati dilumbung padi
( nampaknya pepatah ini menjadi gambaran realita sekarang... jika hati Anda masih betul-betul bersih... Anda akan mampu mengerti keprihatinan ini )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana cara negara membiayai / membayar utang, belanja pegawai, dll ?<br />
Atau istilahnya membiayai APBN ?<br />
Apakah ada cara selain dengan Pajak ?<br />
Nampaknya tidak ada cara lain&#8230;<br />
Mohon dipertimbangkan lagi pak saidi atas tulisan Bapak<br />
&#8230;<br />
Dari beberapa komentar / kritik diatas ( yang seperti saya tulis ), nampaknya berawal dari ketidak pahaman kita terhadap SEJARAH PAJAK.<br />
.<br />
Artinya JIKA KITA TAHU SEJARAH PAJAK, maka Anda, kita semua akan secara terang-terangan MENOLAK PAJAK.<br />
.<br />
Baik, akan saya ceritakan SEJARAH PAJAK DI AMERIKA SERIKAT pada era 1800 an. ( ya, Anda tidak salah baca, Amerika Serikat ).<br />
Pertanyaannya adalah&#8230;<br />
Apa yang MELATAR BELAKANGI PERANG KEMERDEKAAN AS pada era 1800 an ?<br />
Jika Anda paham sejarah ( AS ), andapun akan PAHAM dan akhirnya akan sepakat dengan PENDIRI NEGARA AS.<br />
Jawabannya adalah&#8230;<br />
Karena INGGRIS MENARIK PAJAK dari KOLONI DI AMERIKA&#8230;<br />
Ya&#8230; Anda tidak salah baca, bangsa Amerika berperang melawan Inggris karena Inggris MENARIK PAJAK.<br />
&#8230;<br />
Baik&#8230; baik, jika bukti sejarah kurang menarik untuk Anda, akan saya sebutkan alternatif jawaban yaitu :<br />
Bagaimana cara membiayai APBN kalau bukan dari pajak ?<br />
Jawabnya adalah&#8230;<br />
Seperti Yang DILAKUKAN ARAB SAUDI<br />
Yaitu MENJUAL MINYAK<br />
Dan FAKTANYA adalah ARAB SAUDI tidak memungut PAJAK dari RAKYATNYA atau SIAPAPUN.<br />
( Kebijakan ini sudah berlangsung selama Ratusan tahun, sampai sekarang ).<br />
&#8230;<br />
Sebetulnya sumber daya alam kita, lebih dari cukup untuk memberi makan dan bahkan untuk mensejahterakan seluruh rakyat indonesia.<br />
Dan sayapun berhitung, indonesia bahkan bisa mampu menyumbangkan makanan yang berlimpah untuk saudara-saudara kita yang kelaparan di Afrika dan sebagainya.<br />
&#8230;<br />
Tinggal pertanyaannya adalah&#8230;<br />
Sudahkah kita bersyukur kepada Allah atas nikmat dan karunia berupa kekayaan alam yang berlimpah ?<br />
Ataukah kita sudah menyakiti saudara kita sendiri ( dengan menarik pajak ) sehingga ada pepatah mengatakan&#8230;<br />
Anak ayam mati dilumbung padi<br />
( nampaknya pepatah ini menjadi gambaran realita sekarang&#8230; jika hati Anda masih betul-betul bersih&#8230; Anda akan mampu mengerti keprihatinan ini )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kezaliman Pajak by setya Hariansyah</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2008/12/kezaliman-pajak/#comment-93</link>
		<dc:creator>setya Hariansyah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 03:40:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=63#comment-93</guid>
		<description>Menurut Islam, pajak dikenakan kepada masyarakat yang menerima penghasilan jika negara tsb adalah negara miskin yg tdk punya sumberdaya alam. Sedangkan, bagi negara yang punya sumber daya alam yang sangat melimpah ruah spt kita tdk perlu ada pajak yg ditarik dari masyarakat atau pebisnis. Keperluan negara akan ditopang 100% oleh explore sumber daya alam dan BUMN yang kita punya....sedangkan pajak akan ditarik hanya kepada yang bukan muslim, sedangkan yang muslim wajibnya zakat 2.,5 %. peraturan Allah pasti is the best. Sedangkan di negara kita negaranya sdh sgft kaya dan BUMN nya juga selalu rugi, ini yang harus dibenahi...BUMN tdk mungkin rugi karena kekayaan yg menyangkut hidup org banyak sekarang kan udah byk diswastanisasi..seharusnya keperluan hidup org byk hrs dikuasai negara dan harus laba..sehingga bisa menopang keperluan APBN bukan dari majakin rakyatnya yang mau berusaha...pajak sekarng bukan hanya dari laba usaha...tapi ada beberapa yang sdh final, artinya kita laba atau rugi tetep bayar pajak..contoh kita jual rumah ada PPh finalnya..bahkan yg beli juga kena 5 %...PBB sekarang tiap tahun selallu naik...padahal org yg punya rumah tidak mesti org berpunya. Contoh:janda-janda yang menempati rmh peninggalan suaminya harus byr upeti karena menempati rumahnya sendiri....memang boleh minta keringanan [pajak, tapi prosesnya rumit...Orang mau beli apapun kena PPN 10 %...kalo mau barokah rubah sistem ekonomi kita... memeng tdk mungkin langsung berubah, semua butuh waktu...tapi langkah kesana sdh harus dimulai....dan lihat hasilnya kita sebagai bangsa akan berubah jadi bangsa yg hidup makmur ....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut Islam, pajak dikenakan kepada masyarakat yang menerima penghasilan jika negara tsb adalah negara miskin yg tdk punya sumberdaya alam. Sedangkan, bagi negara yang punya sumber daya alam yang sangat melimpah ruah spt kita tdk perlu ada pajak yg ditarik dari masyarakat atau pebisnis. Keperluan negara akan ditopang 100% oleh explore sumber daya alam dan BUMN yang kita punya&#8230;.sedangkan pajak akan ditarik hanya kepada yang bukan muslim, sedangkan yang muslim wajibnya zakat 2.,5 %. peraturan Allah pasti is the best. Sedangkan di negara kita negaranya sdh sgft kaya dan BUMN nya juga selalu rugi, ini yang harus dibenahi&#8230;BUMN tdk mungkin rugi karena kekayaan yg menyangkut hidup org banyak sekarang kan udah byk diswastanisasi..seharusnya keperluan hidup org byk hrs dikuasai negara dan harus laba..sehingga bisa menopang keperluan APBN bukan dari majakin rakyatnya yang mau berusaha&#8230;pajak sekarng bukan hanya dari laba usaha&#8230;tapi ada beberapa yang sdh final, artinya kita laba atau rugi tetep bayar pajak..contoh kita jual rumah ada PPh finalnya..bahkan yg beli juga kena 5 %&#8230;PBB sekarang tiap tahun selallu naik&#8230;padahal org yg punya rumah tidak mesti org berpunya. Contoh:janda-janda yang menempati rmh peninggalan suaminya harus byr upeti karena menempati rumahnya sendiri&#8230;.memang boleh minta keringanan [pajak, tapi prosesnya rumit&#8230;Orang mau beli apapun kena PPN 10 %&#8230;kalo mau barokah rubah sistem ekonomi kita&#8230; memeng tdk mungkin langsung berubah, semua butuh waktu&#8230;tapi langkah kesana sdh harus dimulai&#8230;.dan lihat hasilnya kita sebagai bangsa akan berubah jadi bangsa yg hidup makmur &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kezaliman Pajak by yoed</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2008/12/kezaliman-pajak/#comment-92</link>
		<dc:creator>yoed</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 18:20:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=63#comment-92</guid>
		<description>ORang-orang fasik memang suka menghalalkan pajak. Pajak emmang haram dan para pemungutnya akan kena azab api neraka.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Negeri kita memang negeri fasik yang menghalalkan pajak dan riba (bunga bank). Allah telah mengutuk Amerika dan Eropa yang kini terkena krisis karena terlalu banyak mengandalkan pajak dan riba. Imam Mahdi akan datang dan akan membebaskan rakyat dari segala jenis pajak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ORang-orang fasik memang suka menghalalkan pajak. Pajak emmang haram dan para pemungutnya akan kena azab api neraka.<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.<br />
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]</p>
<p>Negeri kita memang negeri fasik yang menghalalkan pajak dan riba (bunga bank). Allah telah mengutuk Amerika dan Eropa yang kini terkena krisis karena terlalu banyak mengandalkan pajak dan riba. Imam Mahdi akan datang dan akan membebaskan rakyat dari segala jenis pajak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Stabilitas Harga Dalam Dinar Dirham by Fathur</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/04/stabilitas-harga-dalam-dinar-dirham/#comment-73</link>
		<dc:creator>Fathur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:20:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=98#comment-73</guid>
		<description>Assalamu'alaikum..pak Zaim,saya mau tanya soal nilai tukar dinar ke dirham...soalnya ada niat utk hijrah ke dinar tp utk membeli 1 dinar mungkin cukup berat bagi saya. Saya ingin memulai dgn mengumpulkan dirham dulu.
Yg ingin sy tanyakan adalah:
a. konversi dari dinar ke dirham itu brp pak?
b. apakah msh berlaku konfersi itu skrg?

sebelumnya sy ucapkan terimakasih...

Wassalamu'alaikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum..pak Zaim,saya mau tanya soal nilai tukar dinar ke dirham&#8230;soalnya ada niat utk hijrah ke dinar tp utk membeli 1 dinar mungkin cukup berat bagi saya. Saya ingin memulai dgn mengumpulkan dirham dulu.<br />
Yg ingin sy tanyakan adalah:<br />
a. konversi dari dinar ke dirham itu brp pak?<br />
b. apakah msh berlaku konfersi itu skrg?</p>
<p>sebelumnya sy ucapkan terimakasih&#8230;</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menyambut Festival Hari Pasaran Dinar Dirham I by Mimi</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/05/menyambut-festival-hari-pasaran-dinar-dirham-i/#comment-72</link>
		<dc:creator>Mimi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:48:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=112#comment-72</guid>
		<description>Salam Pak, my name is Mimi Aminah from Malaysia. Is it possible to contact you? I have a few technical questions to ask. Can you please get back to me a.s.a.p. Thank you</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam Pak, my name is Mimi Aminah from Malaysia. Is it possible to contact you? I have a few technical questions to ask. Can you please get back to me a.s.a.p. Thank you</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Makin Marak Zakat dalam Dirham dan Dinar by pensiun kaya</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/11/makin-marak-zakat-dalam-dirham-dan-dinar/#comment-69</link>
		<dc:creator>pensiun kaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 08:29:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=122#comment-69</guid>
		<description>selamat dan tetap semangat untuk menyemarakkan dinar dirham di nusantara
salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat dan tetap semangat untuk menyemarakkan dinar dirham di nusantara<br />
salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hadir Kembali: Koin 0.5 dan 2 Dinar by admin</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/08/hadir-kembali-koin-05-dan-2-dinar/#comment-68</link>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 07:04:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=120#comment-68</guid>
		<description>1 Khamsa adalah 1 koin dengan nilai 5 Dirham. Beratnya 5 kali berat 1 Dirham</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>1 Khamsa adalah 1 koin dengan nilai 5 Dirham. Beratnya 5 kali berat 1 Dirham</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Hadir Kembali: Koin 0.5 dan 2 Dinar by Yurnal</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/08/hadir-kembali-koin-05-dan-2-dinar/#comment-67</link>
		<dc:creator>Yurnal</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:04:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=120#comment-67</guid>
		<description>Assmlkm wr wb

Pak Zaim, apa yang dimaksud dengan khamsa ?. Apa beda antara 1 khamsa dengan 1 dirham ?. Tks.

Wassmlkm wr wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assmlkm wr wb</p>
<p>Pak Zaim, apa yang dimaksud dengan khamsa ?. Apa beda antara 1 khamsa dengan 1 dirham ?. Tks.</p>
<p>Wassmlkm wr wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Penerapan Dinar: m-Badar dan JAWARA by Budhi Wuryanto</title>
		<link>http://zaimsaidi.org/2009/01/penerapan-dinar-m-badar-dan-jawara/#comment-59</link>
		<dc:creator>Budhi Wuryanto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 09:51:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://zaimsaidi.org/?p=80#comment-59</guid>
		<description>Yth. Pak Zaim Saidi

Kami, Penerbit Delokomotif akan mengirimkan surat permohonan kepada Bapak untuk menuliskan epilog buku Bpk. Revrisond Baswir berjudul Ekonomi Kerakyatan vs Neoliberalisme. Kami mohon dapatkan alamat e-mail untuk mengirimkan surat permohonan tersebut, kemudian alamat Bapak untuk alamat tujuan pengiriman dummy buku tersbeut dan surat permohonan yang asli (dokumennya). Terima kasih

Budhi Wuryanto</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth. Pak Zaim Saidi</p>
<p>Kami, Penerbit Delokomotif akan mengirimkan surat permohonan kepada Bapak untuk menuliskan epilog buku Bpk. Revrisond Baswir berjudul Ekonomi Kerakyatan vs Neoliberalisme. Kami mohon dapatkan alamat e-mail untuk mengirimkan surat permohonan tersebut, kemudian alamat Bapak untuk alamat tujuan pengiriman dummy buku tersbeut dan surat permohonan yang asli (dokumennya). Terima kasih</p>
<p>Budhi Wuryanto</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
